Pemilihan kabel listrik harus mengikuti prinsip-prinsip berikut:
1. Tegangan nominal:
Pilih kabel dan kabel yang sesuai sesuai dengan tingkat tegangan di tempat penggunaan, dan pastikan bahwa tegangan nominal kabel tidak lebih rendah dari tegangan penggunaan yang sebenarnya.
2Kapasitas saat ini:
Pilih garis silang kawat dan kabel yang tepat sesuai dengan arus beban untuk memastikan bahwa kabel tidak akan terlalu panas di bawah beban maksimum, dan penurunan tegangan berada dalam kisaran yang dapat diterima.
3Persyaratan keselamatan:
Menurut persyaratan keselamatan, kabel yang tidak mudah terbakar, kabel tahan api, kabel tahan api bebas halogen, kabel tahan api, dll. dapat dipilih.
4Kekuatan mekanik:
Ketika diperlukan untuk menahan ketegangan mekanik, tekanan dan ketahanan merangkak rentang besar, kabel diperkuat seperti kawat tembaga atau kabel struktur baja sabuk lapis baja dapat dipilih.
5Ekonomi:
Dalam kondisi beban tinggi, pilih sesuai dengan kepadatan arus ekonomi, mengingat bahwa kerugian daya dan investasi modal harus berada dalam kisaran yang paling wajar.
6Kondisi penanaman:
Pilih model dan spesifikasi kabel sesuai dengan lingkungan penempatan kabel dan metode penempatan untuk memastikan bahwa kabel dapat beradaptasi dengan kondisi penempatan khusus.
7Faktor Lingkungan:
Menghitung hambatan dan penurunan tegangan kabel dengan mempertimbangkan panjang dan metode penempatan kabel,dan pilih tingkat tahan api kabel sesuai dengan persyaratan keamanan sistem listrik.
8Pertimbangan yang komprehensif:
Ketika memilih kabel listrik, juga perlu untuk secara komprehensif mempertimbangkan berbagai faktor seperti tujuan, tegangan, lingkungan, dll.dan lebih tepat memilih kabel yang tepat untuk aplikasi tertentu melalui contoh perhitungan.
Melalui prinsip-prinsip di atas, dapat dipastikan bahwa pemilihan kabel listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan penggunaan yang sebenarnya, tetapi juga memiliki keamanan dan ekonomi.