3. Karakteristik Kinerja (I) Konduktivitas Listrik: Tembaga bebas oksigen memiliki konduktivitas listrik terbaik, diikuti oleh tembaga rendah oksigen, dan tembaga elektrolit sedikit lebih rendah. Hal ini karena keberadaan oksigen dan pengotor lainnya meningkatkan hamburan elektron, yang menyebabkan peningkatan resistansi.
(II) Sifat Mekanik: Tembaga bebas oksigen memiliki daktilitas dan ketangguhan yang baik, serta tekstur yang lunak. Sifat mekanik tembaga rendah oksigen mirip dengan tembaga bebas oksigen, tetapi sedikit lebih rendah. Sifat mekanik tembaga elektrolit bervariasi tergantung pada jenis dan kandungan pengotor. Secara umum, kandungan pengotor yang lebih tinggi dapat meningkatkan kekuatannya, tetapi mengurangi ketangguhan dan daktilitasnya.
(III) Ketahanan Korosi: Tembaga bebas oksigen dan tembaga rendah oksigen memiliki ketahanan korosi yang lebih baik karena kandungan oksigennya yang rendah membuat oksidasi lebih kecil kemungkinannya. Namun, keberadaan pengotor tertentu dalam tembaga elektrolit dapat memengaruhi ketahanan korosinya dalam kondisi tertentu.
4. Area Aplikasi: Tembaga bebas oksigen: Umumnya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan konduktivitas dan kemurnian yang sangat tinggi, seperti elektronik kelas atas, kedirgantaraan, dan instrumen presisi. Ini juga digunakan dalam pembuatan kawat dan kabel khusus, seperti kabel audio dan kabel frekuensi radio.
Tembaga rendah oksigen: Banyak digunakan dalam industri kawat dan kabel, ini adalah bahan umum untuk memproduksi kabel daya konvensional dan kabel komunikasi. Ini juga digunakan dalam beberapa peralatan listrik dengan persyaratan tertentu untuk konduktivitas dan sifat mekanik. Tembaga elektrolit: Salah satu bahan tembaga yang paling umum, ini banyak digunakan dalam industri konstruksi, daya, elektronik, dan manufaktur mesin, seperti dalam pembuatan kawat, kabel, busbar, dan lilitan transformator. Ini juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk paduan tembaga lainnya.